• Ruang Perpustakaan
    Ruang Perpustakaan
  • Praktik Lab Komputer
    Praktik Lab Komputer
  • Praktik Lab Kimia
    Praktik Lab Kimia
  • Pembelajaran di Luar Kelas
    Pembelajaran di Luar Kelas
  • Pembelajaran di dalam Kelas
    Pembelajaran di dalam Kelas
  • Lokasi Ruang kelas
    Lokasi Ruang kelas
  • Kegiatan di Mesjid
    Kegiatan di Mesjid
  • Prasasti YPmhb
    Prasasti YPmhb
  • Masjid Sekolah
    Masjid Sekolah
  • Halaman Sekolah
    Halaman Sekolah
  • Pembelajaran di Lab Fisika
    Pembelajaran di Lab Fisika
  • Team Tari SMAN 2 Plus Sipirok
    Team Tari SMAN 2 Plus Sipirok
  • SMAN 2 Plus Sipirok
    SMAN 2 Plus Sipirok
  • Pelantikan siswa Baru
    Pelantikan siswa Baru
  • OSIS
    OSIS

Home

IDUL KURBAN

Idul Adha (Hari Raya Haji, bahasa Arab: عيد الأضحى) adalah hari raya umat Islam ke dua setelah Idul Fitri. Pada hari raya ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim,  dimana Nabi Ibrahim mengkurbankan putranya Ismail, dalam riwayat disebutkan saat mengkurbankan putranya Ismail, digantikan oleh-Nya (ALLAH SWT) dengan domba. Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari untuk melaksanakan salat Ied bersama-sama di tanah lapang maupun di masjid, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah shalat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

 

 Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

Hari Raya Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Terkadang Idul Adha disebut pula sebagai Hari Raya Idul Qurban atau Lebaran Haji.

IMG 6787

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam khususnya, dan kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang Kelima. Yaitu Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha/Idul Kurban. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam.

IMG 6790

IMG 6804

Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail.

Kisah tersebut merupakan potret puncak kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Nabi Ibrahim mencintai Allah melebihi segalanya, termasuk darah dagingnya sendiri. Kecintaan Nabi Ibrahim terhadap putra kesayangannya tidak menghalangi ketaatan kepada Tuhan. Model ketakwaan Nabi Ibrahim ini patut untuk kita teladani.

IMG 6826

IMG 6836

Bentuk solidaritas kemanusiaan ini termanifestasikan secara jelas dalam pembagian daging kurban. Perintah berkurban bagi yang mampu ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang respek terhadap fakir-miskin dan kaum dhu’afa lainnya. Dengan disyari’atkannya kurban, kaum muslimin dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan  terhadap masalah-masalah sosial, mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama.

IMG 6849

Beberapa orang berpendapat tujuan berkurban supaya orang fakir miskin dapat mengambil manfaat dengan makan dagingnya. Pendapat itu tidak salah.  Tetapi benarkah tujuan Allah atas kurban semata-mata hanya itu ? ,Secara explisit Tidak ada perintah dalam Al-Quran untuk berkurban saat Idul Adha. Satu-satunya alasan adalah meneladani ketaatan Nabi Ibrahim saat berkurban (QS37:100-113). Dan pada saat itu dia tidak berada diantara orang-orang fakir miskin.

Oleh Karena didasari ketaatan kepada Allah dan menyadari dosa-dosanya, maka dia memerlukan tebusan dari Allah. Al-Quran mencatat “Dan yang amat kuinginkan (Nabi Ibrahim) akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat" (QS 26:82). Maka seharusnya tujuan seseorang berkurban adalah karena percaya dan ketaatan kepada Allah, pada apa yang telah dilakukan-Nya serta memohon pengampunan dan penebusan-Nya.

Kurban yang layak menggantikan kita dihadapan Allah haruslah lebih tinggi dari seekor hewan. Karena Allah hanya menerima ketaqwaan yang hanya dimiliki oleh manusia,

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat Baik . . . ” (QS 22:37)

IMG 6853

IMG 6861

 



 

Search

User Menu

Chat with Me

My YM Status

Chat ini aktif di browser Google Chrome atau Anda instal terlebih dahulu Adobe Flash Player.

Video Feature

Gallery Foto Terbaru

  • Ambalan_23
  • Ambalan_23
  • Ambalan_23
  • Ambalan_23
  • Ambalan_23
  • Ambalan_23